MESIN DIESEL COMMON-RAIL

Selama ini mesin Diesel memiliki image atau dikenal digunakan pada kendaraan niaga dengan suara mesin  yang keras / mesin kasar dan asap knalpotnya berwarna pekat hitam, berbau serta kotor. Hal itu adalah sistem engine mesin  Diesel hasil produksi masa lalu. Seiring terus dikembangkannya teknologi mesin Diesel, sejak tahun 1997 di benua Eropa sudah banyak kendaraan mobil sedan berukuran kecil bermesin Diesel modern dengan torsi besar. Suara mesin diesel nya halus seperti mesin berbahan bakar bensin, nyaman dipakai, kecepataannya tinggi, serta konsumsi pemakaian bahan bakar diesel yang ekonomis dan ramah lingkungan, bahkan pemakaian konvertor katalitis jenis oksidasi, yang mengubah karbon monoksida (CO) dan hydro­carbons (HC) dari gas buang, adalah alat-alat perlengkapan standar pada mesin Diesel modern. Saat ini kendaraan bermesin Diesel modern sudah mulai banyak di jalanan negara kita Indonesia.

Sistem injeksi bahan bakar common-rail atau biasa kita sebut dengan sistem common rail diesel untuk mesin Diesel injeksi langsung (Direct Injection ) yang dipergunakan pada jenis kendaraan berikut ini, yaitu :

BMW, Mercedes, Peugeot, Alfaromeo, Detroit, Nissan, Suzuki, Bentley, bugati, Chevrolet, Chryser, Dogde, Toyota , Hyundai, Jeep, Land Rover, Mazda, Volvo, VW, dan Isuzu

Mesin Diesel putaran tinggi injeksi/injector  langsung yang modern menggunakan Sistem Common-Rail, dimana maksud dari sistem Sistem diesel common rail adalah sistem injeksi bahan bakar yang mengurai ke dalam atom bahan bakar dengan cukup sempurna melalui tekanan injeksi yang tinggi pada  injektor bahan bakar. Komponen utama dari sistem common rail diesel adalah injektor, yang terdiri dari dua jenis: injektor katup solenoid dan injektor piezo inline yang baru, yang diperkenalkan tahun 1998 di indonesia

 Sistem common rail mesin diesel terdiri dari kelompok komponen utama berikut :

  1. Tahap tekanan rendah, meliputi komponen sistem pengaliran bahan bakar
  2. Sistem tekanan tinggi,  meliputi komponen seperti pompa tekanan tinggi, common rail injektor, dan saluran bahan bakar tekanan tinggi.
  3. Injector digunakan untuk supplay bahan bakar / pengkabutan kedalam ruang bakar engine.
  4. Kontrol Diesel Elektronik (Electronic Diesel Control atau EDC/EDU/ECU ,  terdiri dari modul sistem, sensor, unit kontrol elektronik , actuator Trottle)

Pengertian motor diesel

Komponen pokok dari sistem common rail adalah injector, disatukan dengan katup aksi cepat (actuator katup solenoid atau piezo) yang membuka dan menutup nozzle, komponen ini mengontrol proses injeksi untuk masing-masing silinder. Semua injektor dilayani oleh rel bahan bakar umum (common-rail), inilah yang menjadi asal dari istilah “common rail”.

Fungsi sistem common rail diesel, merupakan fungsi dari pembangkitan tekanan dan penginjeksian bahan-bakar adalah terpisah. Tekanan injeksi yang dihasilkan secara independen dari kecepatan putar mesin dan jumlah bahan bakar yang disemprotkan. Pada kontrol diesel elektronik (EDC/ECU/EDU) mengontrol setiap komponen.

Injector, berperan menjadi salah satu komponen agar lebih optimal pengabutan bahan bakar pada mesin diesel common rail tersebut.

Bahan bakar yang masuk ke dalam injektor berupa tekanan tinggi yang berasal dari fuel pump melalui komponen  supplay pump dan common rail.

Karena bersifat tekanan tinggi, inilah yang menjadi masalah umum di mobil ber mesin diesel common rail.

“Mesin diesel common rail sangat sensitif dengan bahan bakar kualitas rendah atau cetane numbernya rendah,”

Fungsi fuel pump adalah melakukan pummping sejumlah bahan bakar dari tangki bensin ke mesin Injector yang selanjutnya Injector tersebut menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar berdasarkan signal yang diterimanya dari ECU / ECM.

Supply pump

Fungsi utama supply pump adalah untuk menhisap bahan bakar dari dalam tanki, menaikkan tekanannya sampai maksimal 160 Mpa, dan dikirimkan ke komponen common rail. Didalam supply pump sendiri terdapat beberapa komponen, seperti plunyer, check valve, cam ring, suction control valve (SCV), dan sensor temperature bahan bakar. Fungsi suction control valve (SCV) mempunyai peran penting untuk mengatur volume bahan bakar yang dinaikkan tekanannya. suction control valve ini semacam katup solenoid, dimana pembukaannya dikontrol secara optimal oleh ECU, berdasarkan tekanan yang ada di dalam common rail. Sensor temperature bahan bakar berfungsi untuk mendeteksi temperature bahan bakar / solar. Nilai pembacaan sensor ini digunakan sebagai koreksi penentuan volume injeksi.

Biasanya digunakan pada Injector triton dan sejenisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *